The Power of Less

The Power of Lees adalah sebuah buku buah karya dari Leo Babauta. Banyak orang merasa perlu melakukan lebih banyak, merasa perlu menerima lebih banyak, merasa perlu menyimpan lebih banyak. Padahal salah satu kunci kebahagiaan dan keteraturan adalah melakukan, menerima, dan menyimpan lebih sedikit. Kita hidup di dunia yang penuh dengan distraksi dan bejibun informasi. Satu-satunya cara untuk …

Continue reading →

Tiga Macam Kebenaran

Kita sadari atau tidak, dalam hidup ini ada tiga macam kebenaran. Personal Truth (Kebenaran Pribadi), Political Truth (Kebenaran Politik), Objective Truth (Kebenaran Objektif). Dengan memahami perbedaan tiga macam kebenaran ini kita akan melihat dunia dari sisi yang berbeda. Personal Truth adalah kebenaran yang sangat dipengaruhi oleh personal bias kita masing-masing. Bisa karena latar belakang keluarga, cara kita dibesarkan, agama dan kepercayaan. …

Continue reading →

Panjang Angan

Banyak orang tertipu. Orang yang selalu membandingkan usahanya yang sedikit dengan usaha orang-orang malas. Orang yang selalu membandingkan ilmunya yang sedikit dengan orang-orang yang fakir ilmu. Lalu dia merasa paling unggul diantara mereka, padahal sejatinya dia fakir dan butuh perbaikan diri. Inilah orang yang tertipu. Bersungguh-sungguh dalam bekerja jauh lebih baik daripada bersandar pada angan-angan. …

Continue reading →

Fokus Mengalihkan Fokus

Fokus itu bagus. Apakah mengalihkan fokus itu buruk ? Ada wakunya diri ini terlalu intens mengerjakan sesuatu hingga terasa menekan. Pikiran dan perasaan tak sanggup memproses ide secara mapan dan seringkali menjadi beban. Apabila dipaksakan bisa saja kita mengalami stress. Iya kan ? Dalam kondisi seperti ini, maka berhentilah. Alihkan fokus sejenak pada hal yang …

Continue reading →

Perfect Practice Makes Perfect

Menjadi ahli butuh strategi. Menguasai suatu keahlian adalah tentang “doing” bukan hanya “knowing”. Mengetahui banyak hal berbeda dengan mampu melakukannya. Membaca buku tentang kungfu tidak lantas membuatmu jadi ahli kungfu. Bukan berarti membaca buku tidak penting yaa.. hehe. Kamu perlu berlatih, praktik secara fisik, agar kamu ahli dibidang tersebut. Bukan sekedar parktik namun praktik yang terencana. Perfect practice makes …

Continue reading →

Autonomy, Mastery, Purpose

Dalam konsep self-determination theory disebutkan bahwa kita cenderung terdorong oleh kebutuhan untuk tumbuh dan memperoleh pemenuhan. Konsep self-determination theory ini merupakan hasil riset dari dua orang psikolog yaitu Edward Deci dan Richard Ryan. Jadi kita melakukan sesuatu bukan sekedar mengerjakan apa yang penting dikerjakan tetapi juga bahagia dalam mengerjakannya. Lalu bagaimana caranya agar hal ini tercapai? Kita mengerjakan hal …

Continue reading →

Akalmu Akalku

Akal adalah karunia yang Allah titipkan kepada manusia. Akal merupakan kekayaan yang sangat berharga untuk manusia. Dengan akal manusia bisa mengingat, menganalisis, menyimpulkan dan menilai sesuatu benar atau salah. Kemampuan setiap manusia dalam menyerap rangkaian pengalaman dan pengetahuan tidaklah sama. Maka tidak ada kemampuan akal manusia yang benar-benar sama. Luqman berkata kepada putranya, “ Sesungguhnya orang …

Continue reading →

Harta Simpanan

Seseorang dikatakan berilmu selama dia terus belajar. Saat dia berhenti belajar dan merasa cukup dengan apa yang ada pada dirinya, itu adalah suatu kebodohan yang nyata. Demikian kata Sa’id ibn Jubair. Kehidupan mengajari kita bahwa akal manusia berhenti berkembang karena berhenti membaca dan berfikir. Tidak ada sesuatu yang baru dalam kehidupan seseorang yang berhenti membaca. Bukankah …

Continue reading →

Copyright © 2026 aris forgen